Content View Hits : 61820

BAB I

KETENTUAN UMUM

1. Setiap mahasantri Pesantren Takhasus IIQ Jakarta wajib mengikuti semua peraturan yang berlaku tanpa terkecuali.

2. Setiap mahasantri bekerjasama dengan pengurus dalam mengontrol terlaksananya tata tertib ini di lingkungan pesantren.

3. Bila ada mahasantri yang melakukan pelanggaran berkali-kali dengan sengaja, maka pengurus dapat mengambil tindakan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

 

BAB II

TATA TERTIB KEAMANAN

Pasal 1

Izin Pulang/Menginap

1. Mahasantri wajib melapor terlebih dahulu kepada pengurus yang bertugas di kantor pusat.

2. Mahasantri mengisi buku izin dan mencantumkan lama waktu pulang/menginap.

3. Mahasantri wajib segera melapor ke kantor pusat dan menandatangani buku izin apabila telah kembali ke pesantren maksimal 1X24 jam.

4. Apabila lama pulang/menginap melebihi batas tanggal yang tertera dalam buku izin, maka mahasantri wajib mengkonfirmasi ulang ke pengurus dengan mengemukakan alasan yang dapat diterima.

5. Mahasantri tidak diperkenankan izin pulang/menginap apabila bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan di lingkungan pesantren.

6. Mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini didenda sebesar Rp. 10.000,-/hari.

Pasal 2

Izin Keluar

1. Batas jam masuk pesantren adalah pukul 21.00 wib.

2. Mahasantri yang akan kembali di atas pukul 21.00 wib wajib melapor terlebih dahulu kepada pengurus yang bertugas di kantor pusat.

3. Mahasantri mengisi buku izin dan membawa surat izin keluar.

4. Surat izin keluar dipergunakan saat memasuki pesantren dan diserahkan kepada satpam yang bertugas di pos keamanan.

5. Bagi yang tidak membawa surat izin, wajib menunjukkan tanda pengenal kepada satpam yang bertugas.

6. Mahasantri tetap wajib melapor ke kantor pusat pada hari berikutnya dan menandatangani buku izin.

7. Mahasantri tidak diperkenankan izin keluar apabila bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan di lingkungan pesantren.

8. Batas maksimal izin ke kantor pengurus pusat adalah pukul 17.45 wib.

9. Bagi mahasantri yang membawa surat izin keluar, batas toleransi jam masuk pesantren maksimal pukul 22.00 wib.

10. Mahasantri  tidak diperkenankan keluar lingkungan pesantren pada jam tahfizh wajib (pukul 16.30 wib – selesai jama’ah Isya) di hari Senin, Rabu, dan Jum’at kecuali dengan membawa surat izin khusus yang ditandatangani pengurus.

11. Mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini didenda sebesar Rp. 10.000,-.

Pasal 3

Izin Organisasi

1. Pengurus instansi atau organisasi yang akan mengadakan kegiatan di luar lingkungan pesantren terlebih dahulu melapor ke kantor pengurus pusat.

2. Apabila menginap atau kegiatan berlangsung hingga melebihi batas jam masuk pukul 21.00 wib, maka pengurus instansi atau organisasi terkait wajib menyertakan surat resmi dengan daftar nama peserta yang mengikuti kegiatan.

3. Apabila terjadi perubahan waktu kembali ke pesantren, maka pengurus instansi atau organisasi wajib mengkonfirmasi ulang ke pengurus.

4. Batas pemberangkatan untuk kegiatan organisasi secara kolektif adalah pukul 20.00 wib.

5. Instansi atau organisasi yang melanggar peraturan dalam pasal ini dikenakan sanksi sesuai dengan kebijakan yang diambil oleh pengurus.

Pasal 4

Ketentuan Bertamu

1. Hari bertamu pesantren adalah Selasa, Kamis, Sabtu, dan Ahad, mulai pukul 09.00 - 21.00 wib.

2. Tamu laki-laki hanya diperkenankan bertamu di ruang tamu yang telah disediakan.

3. Tamu melapor ke Satpam dan mengisi buku tamu.

4. Tamu perempuan boleh memasuki lingkungan pesantren dengan terlebih dahulu melapor ke kantor pengurus pusat dan mengisi buku izin bertamu.

5. Mahasantri yang dituju bertanggungjawab terhadap tamunya.

6. Mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini

didenda sebesar Rp. 10.000,-

.

Pasal 5

Penggunaan Ruang Tamu

1. Berlaku sopan dan berpakaian rapi.

2. Menjaga kebersihan dan kerapian ruang tamu.

3. Dilarang menggunakan ruang tamu sebagai tempat rapat dan atau sejenisnya

4. Lama bertamu maksimal 2 jam.

5. Menjaga kebersihan ruang tamu.

6. Tidak meninggalkan sampah atau barang apapun di ruang tamu.

7. Menjaga inventaris yang ada di ruang tamu.

8. Merapikan kembali ruang tamu setelah selesai dipergunakan.

9. Mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini

didenda sebesar Rp. 10.000,-

Pasal 6

Penggunaan Kamar Tamu

1. Berlaku sopan dan berpakaian rapi

2. Tamu melapor ke satpam dan mengisi buku tamu.

3. Mahasantri yang dituju mengisi buku tamu di kantor pengurus pusat.

4. Mahasantri menyerahkan kartu identitas tamu (KTP/KTM/SIM) untuk mengambil kunci kamar tamu.

5. Tamu yang menginap adalah mahrom

6. Menjaga kebersihan dan kerapian kamar tamu.

7. Membuang sampah pada tempatnya.

8. Menjaga inventaris yang ada di kamar tamu.

9. Tidak mengobrol dikamar tamu selain dengan orang tua kandung.

10. Merapikan kembali kamar tamu setelah selesai dipergunakan.

11. Mengembalikan kunci kamar tamu, mengisi serta menandatangani kolom penyerahan kunci dan mengambil kartu identitas di kantor pusat.

12. Batas waktu menginap adalah 3 hari dan apabila lebih dari itu dikenakan denda Rp. 20.000,-/hari dan tidak diperbolehkan lagi menginap di lingkungan pesantren.

13. Setiap tamu wajib melapor ke pengurus dan bagi yang tidak melapor dikenakan denda Rp. 20.000,-.

14. Bagi Mahasantri yang terlambat mengembalikan kunci kamar tamu akan dikenakan denda sebesar Rp. 20.000,- per hari.

15. Jika ada kerusakan setelah penggunaan kamar tamu, maka yang akan bertanggung jawab adalah mahasantri yang dituju.

Pasal 7

Ketentuan Menginap

1. Setiap mahasantri wajib tidur di kamarnya masing-masing, kecuali karena keadaan tertentu dengan sepengetahuan pengurus.

2. Bagi mahasiswi IIQ yang tidak berdomisili di pesantren, batas menginap maksimal adalah 1 hari 1 malam dalam 1 minggu.

3. Mahasiswi yang menginap wajib melapor ke kantor pengurus pusat.

4. Mahasiswi yang menginap wajib menjaga kenyamanan seluruh penghuni kamar.

5. Apabila mahasiswi yang menginap belum melapor, mahasantri yang kamarnya ditempati wajib mengingatkan.

6. Mahasiswi maupun mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini didenda sebesar Rp. 10.000,-/hari.

Pasal 8

Kendaraan Pribadi

1. Mahasantri yang tinggal di pesantren tidak diperkenankan membawa kendaraan pribadi.

2. Bagi yang sudah terlanjur membawa, harap lapor ke kantor pesantren dan menandatangani surat pernyataan bahwa yang bersangkutan bertanggungjawab atas keamanan kendaraannya masing-masing.

3. Bagi mahasiswi aktif yang membawa kendaraan pribadi, tetap dikenakan biaya transportasi antar jemput setiap bulannya.

BAB III

TATA TERTIB KEBERSIHAN

Pasal 9

Kamar Hunian

1. Tidak ada benda apapun di lantai depan kamar.

2. Dilarang menyapu atau membuang sampah di depan kamar apabila lantai sudah dibersihkan maksimal pukul 07.30 wib.

3. Setiap mahasantri wajib menjaga kebersihan kamar, baik bagian dalam ataupun luar.

4. Setiap kamar wajib memiliki tempat sampah pribadi yang diletakkan di dalam kamar masing-masing.

5. Dilarang menjemur pakaian di dalam kamar. Menjemur hanya pada tempat yang ditentukan: di lokasi jemuran (Asrama Joesoef dan DKI); balkon belakang (Asrama Rusunawa).

6. Dilarang mencuci tangan di jendela kamar/balkon.

7. Dilarang meletakkan kursi di luar kamar kecuali sedang dipergunakan.

8. Mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini

didenda sebesar Rp. 5.000,-.

Pasal 10

Kamar Mandi

1. Dilarang mandi atau mencuci pada saat kamar mandi dibersihkan.

2. Pembalut atau pantyliner yang sudah terpakai, wajib dibersihkan terlebih dahulu dan dibuang di tempat sampah dengan dibungkus koran.

3. Dilarang meninggalkan sampah atau membuangnya di sembarang tempat.

4. Peralatan mandi hanya boleh diletakkan di dalam kamar atau di rak kamar mandi (untuk asrama Rusunawa) dan terlarang di area selainnya.

5. Ember pribadi dan peralatan mencuci diletakkan di kamar masing-masing.

6. Ember dan Gayung inventaris tidak boleh dibawa keluar kamar mandi atau toilet.

7. Khusus Asrama Joesoef dan DKI atas, area tempat wudhu tidak boleh digunakan sebagai tempat mencuci piring.

8. Khusus mahasantri Rusunawa wajib menggunakan kamar mandi sesuai dengan letak kamar yang bersangkutan dan bertanggungjawab atas kebersihannya.

9. Khusus mahasantri Rusunawa, penggunaan westafel disesuaikan dengan fungsi masing-masing: westafel cuci muka, westafel cuci baju, dan westafel cuci piring.

10. Mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini akan didenda sebesar Rp. 5000,- atau barang akan disita.

Pasal 11

Sandal Kamar Mandi

1. Mahasantri yang ke kamar mandi wajib menukar sandal sucinya dengan sandal kamar mandi.

2. Untuk asrama Joesoef dan DKI, batas penggunaan sandal kamar mandi adalah area kamar mandi dan jemuran.

3. Dilarang membawa atau menggunakan sandal kamar mandi melewati batas yang ditentukan pada ayat dua.

4. Mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini

didenda sebesar Rp. 5.000,-.

Pasal 12

Sandal Suci

1. Setiap mahasantri wajib memiliki sandal suci masing-masing.

2. Dilarang memakai sandal kotor ke lantai suci atau sandal suci ke lantai kotor.

3. Sandal kotor dan sandal suci ditempatkan di loker khusus yang telah disediakan sesuai dengan kamar masing-masing.

4. Dilarang meletakkan sandal suci di lantai depan asrama.

5. Dilarang meletakkan sandal suci di depan kamar.

6. Penggunaan dan peletakan yang tidak sesuai dengan pasal ini, maka barang akan disita.

BAB IV

TATA TERTIB PENGGUNAAN ELEKTRONIK

Pasal 13

Ketentuan Penggunaan

1. Peralatan elektronik yang boleh dibawa berupa radio, tape, kipas angin, setrika, lampu belajar, ponsel, dan laptop.

2. Penggunaan elektronik harus memperhatikan prinsip keamanan dan penghematan demi kenyamanan bersama.

Pasal 14

Penggunaan Televisi

1. Dilarang menyalakan televisi pada saat berlangsungnya kegiatan di lingkungan Pesantren.

2. Ketentuan waktu yang diperbolehkan:

a. Pagi    : Pukul 05.30 wib - 09.00 wib

b. Malam : Selesai jama’ah isya - 23.00 wib

3. Pada hari Sabtu, Ahad, dan hari libur nasional televisi boleh dinyalakan di luar waktu tersebut, kecuali saat adzan maghrib – selesai jama’ah isya tetap wajib dimatikan.

4. Pada saat adzan, volume televisi pada posisi “mute”.

5. Dilarang meninggalkan sampah ataupun mengotori ruangan.

6. Mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini didenda sebesar Rp. 5000,-.

BAB V

TATA TERTIB PENGGUNAAN INVENTARIS

DAN FASILITAS

Pasal 15

Peminjaman Inventaris

1. Mahasantri yang meminjam inventaris pesantren wajib melapor kepada pengurus dan mengisi buku peminjaman inventaris di kantor pusat.

2. Inventaris yang hilang atau rusak karena kelalaian, maka peminjam dikenakan biaya ganti.

3. Instansi atau organisasi yang menggunakan inventaris pesantren terlebih dahulu melapor kepada pengurus dengan disertai surat izin peminjaman.

4. Batas pengembalian inventaris maksimal 1 hari setelah pemakaian, kecuali kunci duplikat wajib segera dikembalikan.

5. Biaya perawatan untuk peminjaman infocus adalah Rp 15.000,- dan peminjaman kamera adalah Rp. 10.000,-.

6. Mahasantri atau instansi yang melanggar peraturan dalam pasal ini akan ditindaklanjuti oleh pengurus.

Pasal 16

Fasilitas Khusus

1. Fasilitas khusus yang dimaksud dalam pasal ini adalah kelengkapan yang terdapat dalam kamar.

2. Setiap mahasantri wajib merawat dan menjaga fasilitas khusus yang dipergunakannya selama tinggal di pesantren.

3. Dilarang mengeluarkan atau memindahkan fasilitas khusus dari kamar, menukar, atau memberikannya pada orang lain tanpa seizin pengurus.

4. Mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini akan ditindaklanjuti oleh pengurus.

Pasal 17

Fasilitas Umum

1. Pemeliharaan fasilitas umum menjadi tanggungjawab seluruh mahasantri.

2. Bagi pengguna dapur umum di masing-masing unit asrama, wajib menjaga kebersihan dan kerapian peralatan dapur milik masing-masing.

3. Mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini akan ditindaklanjuti oleh pengurus.

BAB VI

TATA TERTIB INTERAKSI PENGHUNI

Pasal 18

Etika Berpakaian

1. Mahasantri wajib memakai pakaian yang sopan di lingkungan pesantren.

2. Untuk mahasantri Rusunawa wajib memakai jilbab ketika keluar kamar.

3. Untuk mahasantri Asrama Joesoef dan DKI, wajib memakai jilbab saat jam karyawan bertugas.

4. Dilarang memakai celana pendek, handuk, daster pendek, dan sejenisnya ketika keluar kamar.

5. Dilarang memakai kaos/baju lengan pendek dan celana tidur di luar gedung asrama.

6. Mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini akan didenda sebesar Rp. 5000,-  dan ditindaklanjuti oleh pengurus.

Pasal 19

Etika Berinteraksi

1. Mahasantri wajib menjaga adab dan sopan santun di lingkungan pesantren.

2. Mahasantri wajib mengetuk pintu dengan sopan atau mengucapkan salam terlebih dahulu ketika bertamu ke kamar mahasantri lain.

3. Dilarang memakai barang apapun yang bukan hak miliknya tanpa seizin yang punya.

4. Mahasantri yang melanggar peraturan dalam pasal ini akan ditindaklanjuti oleh pengurus.

BAB VII

TATA TERTIB PEMBAYARAN

Pasal 20

Ketentuan Pembayaran

1. Mahasantri membayar sewa hunian sesuai tarif yang ditetapkan paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

2. Tarif Pembayaran:

a. Asrama Joesoef dan DKI

Sewa Hunian      : 125.000

Makan                        : 200.000

b. Asrama Rusunawa

Sewa Hunian           : 165.000

Makan                        : 200.000

3. Mahasantri yang membayar melebihi batas waktu yang ditentukan, didenda sebesar Rp. 10.000,-

4. Apabila dalam jangka waktu dua bulan tidak melunasi, mahasantri akan mendapat surat peringatan, dan apabila tetap tidak mengindahkan dalam waktu tiga bulan, maka akan diambil tindakan lebih lanjut oleh pengurus.

5. Bebas administrasi merupakan syarat mengikuti ujian akhir semester (UAS).

BAB VIII

TATA TERTIB KANTOR PESANTREN

Pasal 21

Ketentuan Umum

1. Jam kantor Pesantren adalah mulai pukul 06.00 - 21.00 wib.

2. Jam istirahat adalah pukul 17.45 – selesai jama’ah Isya.

3. Keluhan atau kerusakan dilaporkan kepada pengurus yang bertugas di kantor pusat dengan mengisi buku laporan mahasantri.

4. Mahasantri yang sakit dapat meminta obat yang tersedia di kantor pengurus pusat atau di kamar pengurus masing-masing unit.

5. Mahasantri dapat memberikan saran dan kritik yang membangun kepada pengurus, baik secara langsung di kantor pusat atau melalui kotak kritik saran yang tersedia di masing-masing unit asrama.

BAB IX

PENUTUP

Pasal 22

Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian.

Pasal 23

Tata tertib ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di   : Pamulang

Tanggal : 11 April 2012

 

Direktris Pesantren

Ruaedah, MA.

 

Share