PESANTREN IIQ

- INSTITUT - ILMU - QUR'AN - JAKARTA -

Godaan Setan Dalam Ibadah Haji

Meski negeri ini mengalami krisis berkepanjangan, jumlah jam’ah haji Indonesiatetap banyak setiap tahunnya. Bila mereka yang baru pulang dari tanah suci ditanya apakah Anda ingin kembali lagi ke Mekkah, hampir seluruhnya menjawab, “ingin”. Hanya segelintir yang menjawab, “Saya ingin beribadah haji sekali saja, seperti Nabi Saw”.

Meski negeri ini mengalami krisis berkepanjangan, jumlah jam’ah haji Indonesiatetap banyak setiap tahunnya. Bila mereka yang baru pulang dari tanah suci ditanya apakah Anda ingin kembali lagi ke Mekkah, hampir seluruhnya menjawab, “ingin”. Hanya segelintir yang menjawab, “Saya ingin beribadah haji sekali saja, seperti Nabi Saw”.

Read more: Godaan Setan Dalam Ibadah Haji

Sejarah Pencetakan Al-Qur’an

Oleh: Hamam Faizin (Alumni S2 IIQ Jakarta)

Sejarah Pencetakan Al-Qur'an: Sebuah Buku Untuk Memperkaya Khazanah Kajian Al-Qur'an

Judul Buku : Sejarah Pencetakan al-Qur'an
Penulis : Hamam Faizin MA

Informasi tentang sejarah pencetakan al-Qur’an masih minim dan simpang siur. Oleh sebab itu, diperlukan perhatian khusus untuk merekonstruksi sejarah pencetakan al-Qur’an yang objektif dan nir-bias. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi sejarawan muslim dan pengkaji al-Qur’an.

Read more: Sejarah Pencetakan Al-Qur’an

Mushaf Maqamat: Produk IIQ Jakarta

Mushaf Maqamat memiliki fitur pen yang sudah menggunakan teknologi terbaru yang mempunyai beberapa fitur menarik dalam aplikasi untuk pembelajaran dalam Mushaf Maqamat:

Manhaj Dzawi an-Nazhr Syarh Manzhumah Ilm al-Atsar: Kitab Hadis Kiai Termas

Tentang Kitab

Judul

:

Manhaj dzawi an-Nazhar syarh Manzhumah al-Atsar

Penulis

:

Syeikh Mahfuzh at-Termasi

Penerbit

:

Departemen Agama RI

Cet.

:

Pertama, 1429 H / 2008 M

Tebal

:

819 halaman

Tradisi memberika anotasi (syarh) dalam dunia pemikiran Islam sudah mengakar kuat. Tradisi ini telah banyak melahirkan para intetektual tangguh dalam dunia Islam. Bahkan, bukan cuma karya-karya intelektual Muslim saja yang diberi anotasi tetapi juga non-Muslim Sebut saja misalnya, Ibn Rusyd yang banyak memberikan anotasi terhadap karya-karya Aristhoteles sehingga ia disemati gelar syarih al-akbar li aristha (komentator teragung Aristhoteles).

Read more: Manhaj Dzawi an-Nazhr Syarh Manzhumah Ilm al-Atsar: Kitab Hadis Kiai Termas

Amtsilati, Metode Baru Ngaji Nahwu

Amtsilati adalah kitab atau buku berisi metode membaca kitab kuning secara cepat, yang digagas oleh KH Taufiqul Hakim, pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah.

Secara bahasa, kata “amtsilati” bermakna “contohku”, maksudnya metode yang digagasnya dituangkan dalam bentuk buku dengan banyak contoh agar mudah dipahami bagi yang ingin belajar kitab kuning.

Sang penggagas lahir pada 14 Juni 1975 di Bangsri, Jepara, Jawa Tengah, anak terakhir dari tujuh bersaudara dari ayah dan ibu seorang petani. Setelah belajar ilmu-ilmu dasar keislaman di kampungnya, dia melanjutkan sekolah di Matholiul Falah, Kajen, Pati, sekaligus nyantri di Pondok Pesantren Maslakhul Huda, Kajen, yang diasuh oleh Rais ‘Aam PBNU KH MA. Sahal Mahfudh.

Pada saat yang sama, dia pergi ngalap barakah nyantri di Popongan Klaten dan belajar tarekat Naqsyabandiyah dibimbing oleh KH Salman Dahlawi. Sekarang, dia memimpin pesantren Darul Falah, Jepara, yang didirikannya tahun 2002.

Amtsilati  yang digagasnya  ditulis dalam buku sebanyak lima jilid: satu jilid tentang Khulashah (ringkasan dan intisari kitab Alfiyah Ibnu Malik, yang kitab aslinya terdiri dari 1000 bait nazham); dua jilid Mutammimah (berarti pelengkap dari Khulashah sebelum masuk ke kaidah-kaidah, seperti pembicaraan tentang nashab, rafa’, dan lain-lain, yang merupakan penerapan dari rumus-rumus yang ada di Khulashah).

Read more: Amtsilati, Metode Baru Ngaji Nahwu

 

voice of iiq

KOLOM PENGASUH