PESANTREN IIQ

- INSTITUT - ILMU - QUR'AN - JAKARTA -

Khamisatud Duha, Tak Lelah Mencintai Alquran

Oleh: Hannan Putra

Melawan kebosanan menghafal Alquran dengan menanamkan motivasi.

Para penghafal Alquran mendapatkan tempat istimewa di antara umat Rasulullah SAW yang lain. Rasulullah SAW
. selalu mengutamakan para sahabat yang lebih banyak hafalan Alqurannya dibanding sahabat-sahabat yang lain.

Misalnya saja, ketika akan memakamkan para syuhada dari Perang Uhud. Beliau SAW menanyakan manakah di antara sahabatnya yang lebih banyak hafalan Alquran? Beliau SAW kemudian mendahulukan memakamkan para sahabat berdasarkan mana yang lebih banyak hafalan Alqurannya. (HR Bukhari).

Siapakah yang tidak ingin mendapatkan penghargaan yang demikian istimewa? Bahkan, untuk para syuhada yang jelas dijaminkan surga sekalipun masih dibedakan berdasarkan hafalan Alquran.

Motivasi itulah yang membangkitkan spirit seorang Muslimah muda, Khamisatud Duha, yang tak lain merupakan mahasiswi Institut Ilmu Qur’an (IIQ) Jakarta. Hafizah muda ini pernah menyabet peringkat IV dalam Musabaqah Hifzil Quran Internasional 2013 yang digelar di Maroko.

Read more: Khamisatud Duha, Tak Lelah Mencintai Alquran

Orasi Ilmiah KH. Ma’ruf Amin di Acara Wisuda IIQ Jakarta: “Membangun Harmoni dalam Keragaman NKRI: Antara al-Qur’an, Fikih dan Realitas”

Indonesia merupakan negara yang majemuk. Masyarakatnya terdiri dari berbagai suku, bahasa, agama, budaya dan ras. Kemajemukan ini merupakan kekayaan yang berharga. Syaratnya, harus tetap diikat dengan bingkai persatuan dan harmoni. Namun, apabila tidak dijaga dan diperjuangkan secara sungguh-sungguh, kemajemukan ini bisa menjadi ancaman serius terjadinya disintegrasi nasional.

Read more: Orasi Ilmiah KH. Ma’ruf Amin di Acara Wisuda IIQ Jakarta: “Membangun Harmoni dalam Keragaman NKRI:...

 

voice of iiq

KOLOM PENGASUH