PESANTREN IIQ

- INSTITUT - ILMU - QUR'AN - JAKARTA -

KH. Dr. Ahmad Fathoni, Lc., MA.

Dewasa ini, berbagai macam metode belajar membaca Al-Qur’an tumbuh subur di Bumi Pertiwi dengan nama yang beraneka ragam. Bahkan ada yang menjanjikan berhasil dengan hitungan beberapa jam atau dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Garis besar  metode-metode yang ditawarkan tersebut adalah mengajak mencintai Al-Qur’an pada tahap pertama, yakni bisa membacanya. Pada tahap berikutnya tentu diharapkan bisa memahami dan mengamalkan isi kandungannya.

Akan tetapi, menurut Dr. H. Ahmad Fathoni, Lc., M.A., tamu kita kali ini, umumnya berbagai macam metode cepat tersebut baru dapat menyentuh kulitnya saja. Ibarat anak yang baru berumur tiga tahun yang belajar berbicara, mereka sudah bisa berbicara tetapi belum bisa berbicara dengan baik, apalagi benar.

Read more: KH. Dr. Ahmad Fathoni, Lc., MA.

Dr. Anshori, MA.

Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta

Anshori lahir di Indramayu, 6 April 1957, menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah di Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) di IKIP Jakarta, Jurusan Bahasa Arab, 2002. Melanjutkan S2 di IIQ dan mengambil Bidang Studi Ulumul Qur’an dan Hadis, kemudian menyelesaikan S3 Tafsir Hadis di UIN Syarif Hidayatullah Ja­karta (2006).

Sosok yang pernah meraih penghargaan Satyalancana Karya Sapta yang diberikan oleh Presiden RI pada tahun 2005 ini melahir­kan begitu banyak karya tulis ilmiah. Hampir 40 karya yang pernah diterbitkan, baik jur­nal maupun buku. Karya-karya beliau terkait dengan berbagai macam pembahasan yang dikemasnya secara apik menjadi bacaan yang menarik, juga tak jarang dijadikan sumber ru­jukan.

Sejak tahun 1993 beliau berkecimpung dalam dunia kepenulisan sebagai wadah pengembangan diri. Artikel pertama yang ditulisnya adalah “Peranan Wanita Muslimah Dalam Pembangunan Nasional” yang diter­bitkan oleh Majalah al-Furqan NO.1 Th.I-IIQ/1993.

Read more: Dr. Anshori, MA.

 

voice of iiq

KOLOM PENGASUH