PESANTREN IIQ

- INSTITUT - ILMU - QUR'AN - JAKARTA -

ARTIKEL IIQ

Sahur Bukan Sekadar Urusan Kuat Menahan Lapar

Oleh: Shorih Kholid

Saya yakin, banyak orang dewasa sanggup berpuasa walau tak makan sahur malam harinya. Terkadang, cukup bangun dan minum segelas air, tidur lagi. Ia sudah sanggup bertahan hingga azan maghrib berkumandang. Lalu, apa sebenarnya fungsi sahur bagi kita yang berpuasa. Utamanya di bulan penuh berkah; Ramadhan.

Ternyata, sahur bukan seremeh urusan mengisi perut dengan nasi atau vitamin. Ia jauh melebihi asumsi dasar kita. Rasulullah SAW menegaskan, “(Bangunlah) Kalian untuk sahur, karena dalam sahur ada barakah.” Esensi sahur ternyata adalah barakah—sebagaimana disabdakan Sang Nabi.

Barakah dalam arti bahasa adalah: ‘bertambahnya kebaikan dalam suatu hal’. Bila Nabi SAW menyatakan bahwa dalam sahur terdapat barakah, itu berarti ada banyak tambahan kebaikan-kebaikan lain yang akan diperoleh bagi oleh yang bangun sahur.

Read more: Sahur Bukan Sekadar Urusan Kuat Menahan Lapar

Tarawih, Logika Ikut Sopir atau Ikut Kondektur

oleh Shorih Kholid (alumni pascasarjana IIQ th. 2012)

Diskusi itu terjadi sekitar setahun lampau. Usai mengimami tarawih sebuah musholla kecil. Seseorang yang jauh lebih senior menghampiri. Saya tahu, ia berasala dari ormas yang di berbeda pandangan dalam beberapa masalah fikih. Tiba-tiba ia melontarkan logika yang saya kira sangat aneh. Terkait jumlah rakaat shalat tarawih.

“Emang mau ikut sopir apa ikut kondektur,” ujarnya. Saya paham ia merujuk pada jumlah rakaat shalat malam Nabi SAW dan Umar bin Khattab. Nabi disebutnya sebagai sopir dan Umar disebutnya kondektur. Logika yang—menurut saya—benar, tapi membodohi dalam konteks pemahaman beragama.

Read more: Tarawih, Logika Ikut Sopir atau Ikut Kondektur

Puasa, “Proposal Langsung di Meja”

Oleh: Shorih Kholid, alumni pascasarjana IIQ

Dalam beberapa versi hadis qudsi[1], disebutkan puasa sebagai ibadah spesial. Puasa satu-satunya ibadah yang nilai pahalanya langsung dibalas Allah SWT. Sesuai sifatnya yang tersembunyi, penilaiannya pun berbeda-beda. Puasa tidak hanya sekadar tidak makan-minum, tidak cuma menahan hawa nafsu hubungan suami istri, atau berbagai perbuatan-perbuatan makruh lainnya. Fungsi puasa ternyata jauh melebih sifat yang tampak.

Dengan tegas Allah SWT menyatakan, Dia-lah yang akan menentukan tiap balasan yang layak bagi orang yang berpuasa. Tentu saja kadar balasannya berdasarkan apa yang dilakukannya saat berpuasa atau sepanjang bulan Ramadhan. “Puasa untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.” Begitulah, bunyi salah satu hadis qudsi sahih.

Read more: Puasa, “Proposal Langsung di Meja”

Wanita, antara Karir dan rumah tangga

Oleh: Hamdiyah*

Wanita hebat bukanlah mereka yang berhasil menapaki jenjang karir tertinggi dalam pekerjaannya, namun adalah mereka yang mampu mengantarkan suami dan anak2nya menjadi sosok yang hebat pada masanya.

Sebuah kisah nyata tentang seorang sosok mungil berusia 5 tahun, Andi (bukan nama sebenarnya) tinggal disebuah kontrakan mungil bersama orang tua, paman, nenek, dan ketiga adiknya yang masih balita, tubuh kecil dengan wajah yg menyiratkan gurat2 ke elokan sebagai tanda keelokan penciptaan Allah tidaklah cukup menjadikan dia sebagai sosok yang berkembang secara normal sesuai usianya, ia yang tak mampu berbicara (bukan bawaan dari lahir karena semasa usia 1 tahun dia sudah mampu belajar bicara dengan baik), tiap kali ia mendengar suara2 agak keras selalu menutup telinga dengan rapat dan hanya mengeluarkan suara “eh eh eh…”.

Read more: Wanita, antara Karir dan rumah tangga

PERAN KARTINI DALAM PENDIDIKAN WANITA INDONESIA

Oleh: Fatma Khalieda*

Siapa yang tidak kenal dengan pen­garang buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”? Yups, benar! Siapa lagi kalau bukan Ibu kita Kartini, begitulah biasa orang menyebut nama beliau. Seperti lagu Kartini yang dikumandangkan dimana-mana pada tanggal 21 April, kalau tidak percaya mari simak lirik lagu berikut.

Ibu kita Kartini - Putri sejati - Putri Indonesia - Harum namanya

Ibu kita Kartini - Pendekar bangsa - Pendekar kaumnya - Untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini - Putri yang mulia - Sungguh besar cita-citanya – Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini - Putri jauhari - Putri yang berjasa - Se-Indonesia

Ibu kita Kartini - Putri yang suci - Putri yang merdeka - Cita-citanya

Wahai ibu kita Kartini - Putri yang mulia - Sungguh besar cita-citanya – Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini - Pendekar bangsa - Pendekar kaum ibu - Se-Indonesia

Ibu kita Kartini - Penyuluh budi - Penyuluh bangsanya - Karena cintanya

Wahai ibu kita Kartini - Putri yang mulia - Sungguh besar cita-citanya – Bagi Indonesia.

Read more: PERAN KARTINI DALAM PENDIDIKAN WANITA INDONESIA

 

voice of iiq

KOLOM PENGASUH