PESANTREN IIQ

- INSTITUT - ILMU - QUR'AN - JAKARTA -

IIQ DALAM MEDIA

Kemenag Mimpikan Pendidikan Tinggi Khusus Al-Qur’an yang Terintegrasi

Depok (Pinmas) —- Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan, pihaknya memimpikan adanya sebuah lembaga pendidikan tinggi khusus tentang studi Al-Qur’an yang terintegrasi, ditempatkan dalam satu lokasi, lengkap dengan sarana dan prasarananya.

Demikian disampaikannya mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan sambutan pada wisuda sarjana dan pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) di Pusdiklat Kemendikbud, Jalan Cinangka Bojongsari Depok, Sabtu (29/08).

Lembaga pendidikan tinggi khusus tentang studi Al-Qur’an yang direncanakan itu bersifat publik yang dikelola dan dibiayai pemerintah, tidak dikelola perorangan atau yayasan keluarga.  “Lembaga ini ke depan diproyeksikan sebagai center of qur’anic studies yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Karena itu, saya sangat berharap agar IIQ Jakarta ikut ambil bagian dalam rencana dan mimpi besar ini,” kata Kamaruddin Amin.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan, Kementerian Agama memiliki serangkaian program penguatan Perguruan Tinggi Agama Islam. Mulai dari program peningkatan kualitas mutu dosen dan tenaga kependidikan melalui program 5.000 doktor, kegiatan kemahasiswaan, pemberian beasiswa tahfizh Al-Qur’an, perbaikan infrastruktur, hingga pengadaan bantuan sarana dan prasarana.

“Pada konteks ini, saya berharap agar IIQ ikut mendukung kegiatan tersebut dengan cara berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan tersebut,” katanya.

Dikatakannya, Kementerian Agama RI akan selalu berkomitmen untuk mendukung program-program yang dicanangkan Institut Ilmu Al-Qur’an. Negara sangat berhutang kepada IIQ dalam konteks kaderisasi dan pemeliharaan Al-Qur’an, sekaligus pendidikan bagi kaum perempuan ini.

“Mengelola dan mempertahankan eksistensi selama 38 tahun dalam pemberdayaan perempuan dan kajian Al-Qur’an tentu tidaklah mudah. Terlebih di tengah arus globalisasi dan kontestasi budaya kota metropolitan yang pragmatis dan berbasis logika untung-rugi,” katanya.

Pihaknya mengupayakan tahun depan akan ada alokasi anggaran khusus dari Kementerian Agama untuk memperkuat kajian ke-Qur’an-an di IIQ, baik dalam konteks kelembagaan, infrasturktur maupun penigkatan SDM.

Sementara itu Rektor IIQ Hj. Huzaemah T. Yanggo melaporkan, wisuda sarjana dan pascasarjana yang bertepatan dengan Diesnatalis  IIQ ke-38 tahun 2015 ini diikuti sebanyak 199 mahasiswa dengan rincian; Fakultas Syariah 29 mahasiswa, Fakultas Usuluddin 42 mahasiswa, Fakultas Tarbiyah 71 mahasiswa dan Program Pascasarjana sebanyak 53 mahasiswa. (anam/mkd/mkd)

Sumber: http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=284825

 

voice of iiq

KOLOM PENGASUH