PESANTREN IIQ

- INSTITUT - ILMU - QUR'AN - JAKARTA -

IIQ DALAM MEDIA

REKTOR IIQ: Islam Tak Pernah Ajarkan Radikalisme... PelitaOnline.com

Minggu, 16 September 2012

Lulusan S-1 dan S-2 IIQ Jakarta Diwisuda

Islam itu tak pernah mengajarkan radikalisme. Pemahaman dan penafisran sempit terhadap Al Qur’an menyebabkan munculnya radikalisasi tersebut. Ini tugas sarjana IIQ untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang penafsiran yang utuh terhadap nilai-nilai ajaran Al Qur’an yang sangat toleran.

Rektor Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) Jakarta, Dr KH Ahsin Sakho Muhammad mengatakan hal itu ketika mewisuda sarjana S-1 XIV dan S-2 VII IIQ di Gedung Pusat Pengembangan dan Pendidikan (Pusbangpendik) Kemdikbud, Sawangan, Depok, Sabtu (15/9). Sebanyak 168 mahasiswa diwisuda dengan rincian 112 sarjana S-1 dan 56 sarjana S-2.

Read more: REKTOR IIQ: Islam Tak Pernah Ajarkan Radikalisme... PelitaOnline.com

IIQ Jajagi Kerjasama dengan Universitas Al Azhar Mesir... koran.republika.co.id

 

JAKARTA -- Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta menjajagi kerjasama dengan Universitas Al Azhar Kairo Mesir. Delegasi IIQ yang dipimpin Rektor IIQ Dr Ahsin Sakho Muhammad, telah berkunjung ke Mesir minggu lalu dan bertemu dengan Wakil Grand Syaikh Al Azhar Dr Abdul Fattah 'Allam untuk membicarakan rencana kerjasama dalam mengirimkan salah seorang qori untuk mengajar di IIQ Jakarta.

''Delegasi IIQ sudah berusaha bertemu dengan Grand Syaikh Al Azhar Dr Sayyid Thanthawi. Grand Syaikh Al Azhar tidak ada di tempat, akhirnya kami diterima Wakil Grand Syaikh Dr Abdul Fattah 'Allam. Kami menyampaikan sebuah permintaan dari IIQ agar Universitas Al Azhar bisa mengirimkan salah seorang qori untuk bisa mengajar di IIQ Jakarta,'' ungkap Dr Ahsin sakho Muhammad kepada  Republika akhir pekan lalu.

selengkapnya: http://koran.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/09/02/08/30152-iiq-jajagi-kerjasama-dengan-universitas-al-azhar-mesir

 

Hj. Maria Ulfah Belum Habis... sosok.kompasiana.com

Di pondok pesantren Urwatul Wutqa Klaten, telah berlangsung pembinaan tilawatil qur’an. Kali ini peserta sangat beruntung mengikuti acara yang dihelat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) kabupaten Klaten, karena dibimbing langsung oleh Hj. Maria Ulfah, seorang qari’ level Internasional. Meskipun tidak bisa melihat wajah beliau secara langsung, namun peserta rela mengikuti dari luar area. Ruangan yang berukuran 100 m persegi praktis tidak bisa menampung semua peserta.

Juara qari’ nasional boleh silih berganti. Baik Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), maupun Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) yang mempertandingkan beberapa cabang.Cabang Qira’ah yang paling popular dan dianggap oleh peserta merupakan kelas yang bergengsi. Namun Bu Maria (biasa dipanggil demikian) tetap belum tergantikan. Terbukti, hingga kini banyak daerah-daerah yang ingin mengundang beliau hanya untuk membagi ilmu dan suaranya. Umur yang telah mencapai 56 tahun, tidak menyurutkan motivasi beliau dalam memperkenalkan ayat-ayat al-Qur’an yang dilagukan dengan indah. Stamina beliau masih terhitung prima. Suaranya masih nyaring dan bening. Dari pukul 10.00 pagi hingga 16.00, dengan jeda hanya 1 jam, suara tidak berubah sedikitpun. Cengkok lagu yang dibawakan masih tetap sama.

selengkapnya: http://sosok.kompasiana.com/2011/04/16/hj-maria-ulfah-belum-habis-355378.html

 

 

voice of iiq

KOLOM PENGASUH