PESANTREN IIQ

- INSTITUT - ILMU - QUR'AN - JAKARTA -

IIQ DALAM MEDIA

Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, M.A: Menyemai Generasi Qur’ani... majalah-alkisah.com

Hidayah Al-Qur’an itu akan semakin bermakna manakala ia dipahami, disosialisasikan, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Belum lama ini alKisah mendapatkan kesempatan istimewa, berbincang-bincang dengan pakar ilmu-ilmu Al-Qur’an, K.H. Dr. Ahsin Sakho Muhammad M.M., tamu kita kali ini. Di tengah aktivitasnya yang padat, Kiai Ahsin mengisahkan awal mula ia menggeluti bidang ini hingga akhirnya mengkhidmahkan dirinya kepada Al-Qur’an.

Menurut kiai kelahiran 21 Februari 1956 di Arjawinangun-Cirebon ini, mempelajari sekaligus berkhidmah kepada Al-Qur’an merupakan suatu keniscayaan. Karena Al-Qur’an adalah pedoman dan petunjuk bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan, agar tidak tersesat.


Kecintaanya kepada Al-Qur’an telah ditunjukkan sejak kecil. Anak ketiga dari delapan bersaudara pasangan K.H. Muhammad dan Nyi Umi Salamah ini telah hafal tiga juz Al-Quran, yakni juz 28, 29, dan 30, ketika masih duduk di kelas IV SD.

Read more: Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, M.A: Menyemai Generasi Qur’ani... majalah-alkisah.com

Indonesia Raih Juara II dan III MTQ Internasional Malaysia... bimasislam.kemenag.go.id

Jakarta,bimasislam?Indonesia kembali meraih gelar juara pada perhelatan MTQ Internasional di Malaysia ke-54 pada tanggal 6-13 Juli 2012. Qari dan Qariah Indonesia berhasil menyabet juara pada kategori tilawah. Rahmawati Hunawa meraih peringkat II, kalah dari Qariah Maroko hasnae Khulali, adapun posisi III diraih oleh qariah Malaysia. Sedangkan Raden Harmoko peraih peringkat III, posisi I diraih Qari Malaysia Muhammad Anuar dan II Qari dari Iran, Naib Johan.

Read more: Indonesia Raih Juara II dan III MTQ Internasional Malaysia... bimasislam.kemenag.go.id

Dr. H. Ahmad Fathoni, Lc., M.A.: Wa Rattilil Qur’ana Tartila... majalah-alkisah.com

Perintah membaca Al-Qur’an itu bukan sekadar tartil, akan tetapi tartil yang se-tartil-tartil-nya, atau tartil secara maksimal dan optimal.


Dewasa ini, berbagai macam metode belajar membaca Al-Qur’an tumbuh subur di Bumi Pertiwi dengan nama yang beraneka ragam. Bahkan ada yang menjanjikan berhasil dengan hitungan beberapa jam atau dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Garis besar  metode-metode yang ditawarkan tersebut adalah meng¬ajak mencintai Al-Qur’an pada tahap pertama, yakni bisa membacanya. Pada tahap berikutnya tentu diharapkan bisa memahami dan mengamalkan isi kan¬dungannya.

Akan tetapi, menurut Dr. H. Ahmad Fathoni, Lc., M.A., tamu kita kali ini, umum-nya berbagai macam metode ce¬pat tersebut baru dapat menyentuh ku¬litnya saja. Ibarat anak yang baru ber¬umur tiga tahun yang belajar berbicara, mereka sudah bisa berbicara tetapi be¬lum bisa berbicara dengan baik, apalagi benar.

Read more: Dr. H. Ahmad Fathoni, Lc., M.A.: Wa Rattilil Qur’ana Tartila... majalah-alkisah.com

 

voice of iiq

KOLOM PENGASUH