Content View Hits : 67065

Pesantren Takhasus IIQ Jakarta, Sabtu, 28/09/2013 mengadakan kegiatan Daurah Tahsin Tartil Al-Qur’an. Daurah tersebut langsung diampu oleh pakar nya, Bapak KH. Dr. Ahmad Fathoni Lc., MA. dan bertempat di Aula Pesantren.

Pada pertemuan Daurah yang pertama ini diikuti oleh 65 peserta. Peserta tidak hanya terdiri dari mahasiswi baru IIQ, tapi juga diikuti oleh alumni, mahasiswa UIN Jakarta, PTIQ, dan lain-lain.

Saat diwawancara, KH. Ahmad Fathoni mengatakan, “karena peserta wajib (mahasiswi baru) tahun ini mencapai 200 orang, maka Daurah akan diadakan dua gelombang. Gelombang pertama tanggal 28-29 September 2013. Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada tanggal 5-6 Oktober 2013.”

Daurah ini menggunakan buku Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur’an “Metode Maisuro”. Buku ini menawarkan metode baru untuk lebih mudah dan cepat mencapai bacaan AL-Qur’an yang berkualitas tartil optimal.

Sebagai pengantar Daurah, KH. Fathoni menjelaskan kandungan surah Muzammil ayat 4 dikatakan Warattilil-qur-aana tartiila, yang artinya, “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.”

Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW supaya membaca Al-Qur’an secara seksama (tartil). Yakni membaca Al-Qur’an dengan perlahan-perlahan dengan bacaan yang fasih serta merasakan arti dan maksud dari ayat-ayat yang dibaca itu sehingga berkesan di hati.

Menurut Ustadz Fathoni, menukil pendapat Sayyidina Ali bin Abi Thalib, tafsir dari tartil adalah tajwidul huruf wa ma’rifatul wuquf, yakni membaguskan bacaan huruf-huruf Al-Qur’an dan mengetahui ihwal waqaf. Maka dapat digarisbawahi bahwa perintah membaca Al-Qur’an itu bukan sekadar tartil, akan tetapi tartil yang se-tartil-tartil-nya, atau tartil secara maksimal dan optimal.

Harapan beliau mudah-mudahan kita semua bisa membaca Al-Qur’an dengan tartil yang optimal. Amin...(KIP)

Share